Alasan Saya Memilih WordPress Self Host untuk Blogging

Dari rekan-rekan sesama blogger sering sekali saya mendapatkan pertanyaan CMS mana sih yang bagus untuk ngeblog? Dalam hal ini, mereka yang bertanya hanya berpatokan pada dua CMS saja, yaitu Blogspot dan WordPress Self Host. Kerap juga ada pertanyaan mengapa saya memilih platform wordpress self host sebagai dasar dari blog saya.

Dari jawaban saya tersebut muncul juga pertanyaan lainnya, apakah wordpress itu lebih SEO Friendly sampai saya memilih flatform tersebut? Bahasan berikutnya mungkin akan menjawab beberapa pertanyaan-pertanyaan lain yang akan terlontar.

Mungkin saja tulisan saya pada artikel ini dapat menjadi panduan bagi pemula yang mau terjun ke dunia blog sehingga tak bingung mau pilih CMS apa dan lebih cocok kemana kebutuhannya dan apa yang mau diraih.

Mengenal Platform Blog

Seringnya para blogger masih salah kaprah dengan platform Content Management System (CMS) yang ada, diluaran sana banyak sekali loh platform CMS untuk urusan blogging. Jadi tak hanya terpaku pada WordPress ataupun Blogspot.

Kedua CMS tersebut sih memang yang paling banyak pemakainya, terutama di Indonesia. Disebutkan menurut TrendsBuiltWith.com pemakai CMS yang ada di Indonesia itu antara lain: WordPress, Blogger (blogspot), Tumblr, Ghost, Medium, Pagekit, MovableType, Hexo, Matcha, Svbtle, dan Write.as.

Pengguna platform blog di IndonesiaSelain dari kedua CMS yang sudah terkenal, ada Tumblr yang pernah jaya pada masanya. Lalu lainnya yang sudah saya kenal, ada Medium. Kalau Ghost, Pagekit dan seterusnya itu malah saya juga baru tahu, hehe.

Dari data di atas, saya malah baru tahu loh kalau ternyata pengguna wordpress lebih banyak ketimbang blogspot. Mungkin saja karena dilingkungan blogger yang saya kenal, rata-rata menggunakan platform blogspot kali yah.

Nah lalu apa alasan saya kok memilih platform wordpress untuk sarana blog saya? Tentu saja karena saya merasa nyaman di wordpress, dalam hal ini saya memilih platform wordpress self host. Loh memangnya wordpress itu terbagi-bagi ya?

Ya, wordpress (wp) itu terbagi dua, wordpress.com dan wordpress.org. Nah agar mudah, mari kita pahami dulu perbedaan wordpress.com (wp.com) dan wordpress.org (wp.org) atau biasa disebut sebagai wp self host.

Perbedaan WordPress.com dan WordPress.org

Secara garis besar, wp.com itu sama dengan blogspot. platform wp.com dibuat dan dikembangkan oleh layanan hosting WordPress. Sedangkan wp.org adalah platform open source yang dapat diunduh secara cuma-cuma alias gratis, platform wp.org dapat dipasang di layanan hosting manapun sekehendak pemakainya, itu mengapa disebut juga sebagai wp self host.

perbandingan wordpress dan blogspotAlasan Memilih Platform WP Self Host

Kerap kali dalam grup-grup whatsapp, saya selalu menjadi orang yang selalu mengajak seseorang untuk migrasi ke wp dari platform blogspot. Hingga sering pula dijuluki Racun WP. Berikut alasan saya mengapa saya memilih platform WP Self Host untuk blog-blog saya:

1. Memberikan Kemudahan

Ada perdebatan masalah kemudahan ini antara platform blogspot dan wordpress, baik itu wordpress.com ataupun wordpress.org.

Bagi yang tujuan ngeblognya hanya ingin menulis saja tanpa harus upgrade diri mengenai optimasi full dalaman blognya, mungkin saja benar. Mereka tak perlu pusing memikirkan harus menginstal, harus menggunakan theme SEO friendly, harus sewa hosting, dan lain-lain. Menggunakan kedua platform ini juga tak harus dipusingkan dengan spesifikasi server yang digunakan, karena keduanya memakai layanan gratis dari google dan wordpress.

Sedangkan kalau wordpress self host, sebelum memulai blog yang siap pakai harus melalui proses sewa hosting, pembelian domain, penginstalan, setting ssl, dan seterusnya.

Bagi saya, proses itu bukan suatu masalah, melainkan sesuatu yang lumrah ketika kita menggunakan patform yang memberikan kebebasan untuk mewujudkan kreatifitas. Kemudahan lainnya menggunakan wp self host itu tak perlu pusing dengan masalah coding, kesemuanya bisa dibantu dengan menggunakan plugin.

Kemudahan lainnya, ketika blog kita akan didaftarkan ke Webmaster Google (Google Analytics dan Google Search Console). WP self host dan blogspot bisa kompatibel terhadap GA dan GSC, sedangkan pada wordpress.com hal ini dibatasi, sehingga tidak dapat dihubungkan, keterbatasan ini sangat menyulitkan.

2. Tak Perlu Pintar Coding

Bahasa pemograman pada blogspot based nya adalah bahasa HTML, sedang pada wordpress HTML dan PHP. Karena sifatnya memudahkan, wp self host dalam pengoperasiannya hanya tinggal klik-klik lalu jadi sebuah blog yang siap pakai. Berbeda dengan platform blogspot yang harus mengerti bahasa pemrograman HTML untuk mengoptimasi lebih lanjut.

Dengan adanya bahasa PHP, wordpress self host mempunyai data yang lebih aman. Secara garis besar, bahasa HTML itu source code-nya bisa diakses secara client-side sehingga semua orang bisa melihat kode-kode didalam blog tersebut. Sedang bahasa PHP source code-nya adalah server-side yang mana data lebih aman dari tangan-tangan jahil.

Belajar bahasa pemrograman tidaklah mudah, apakah sudah siap dengan edit html pada blogspot. Sebelum blogspot menjadi SEO friendly dan dapat dipakai dengan layak, optimasi edit html ini perlu dilakukan — walaupun theme yang dibeli adalah theme premium.

Kalian bisa dengan mudah membuat blog dengan platform wordpress self host tanpa perlu pintar coding, klik saja di sini cara membuat blog. Ini sudah saya buktikan, hingga saat ini saya sudah mempunyai kurang lebih 30 blog dengan platform wordpress self host.

3. Bebas Berkreasi

Mempunyai kekuasaan penuh atas platform blog adalah kelebihan utama dari wordpress self host. kalau wordpress.com dan blogspot karena menggunakan layanan hosting gratis, hak milik atas blog tidak sepenuhnya milik kita.

Seperti halnya menyewa tempat di orang lain, tentu juga ada peraturan yang harus dituruti. Tak sepenuhnya milik kita membuat platform blogspot dan wordpress.com akan terancam sewaktu-waktu apabila menyalahi aturan, bahkan bisa kena sanksi dengan ditutupnya layanan blog kita.

Sebelum saya memakai wordpress self host, saya juga pengguna blogspot. Saya berpindah ke wp self host ya salah satunya karena banyak keterbatasan dalam mengolah data blog.

4. Lebih mudah didaftarkan Adsense

Siapa yang tak mau blognya menghasilkan pundi-pundi rupiah? Menjadi pertimbangan tersendiri wordpress self host lebih unggul dalam hal ini dan persentase di acc lebih mudah.

Pada wordpress.com monetasi blog tidak diijinkan. Ada teman saya mencoba memasang banner iklan pada blog wordpress.com, selang 3 bulan blog tersebut hilang dari wordpress.com dan mendapatkan notifikasi tentang larangan monetasi.

Pada blogspot, dikarenakan blogspot adalah kepunyaan google maka diperbolehkan monetasi adsense. Tetapi tingkat persentase acc untuk didaftarkan adsense tidak sebesar pada wordpress self host.

wordpress dan blogspot5. WordPress Self Host Bisa Parking Domain

Alasan inilah yang membedakan dari platform gratis seperti blogspot dan wordpress.com, karena bila menggunakan wordpress self host otomatis harus juga memakai jasa sewa hosting. Menyewa hosting bisa per bulan, 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun, dan 3 tahun.

Layanan hosting mengijinkan pemakainya untuk bisa parking domain, dengan kata lain menggunakan satu layanan hosting dapat menggunakan lebih dari satu domain. Lebih ekonomis menurut saya, dan tiap domain dapat memiliki platform wordpress yang berdiri sendiri secara independent, bebas sekehendak hati.

Kesimpulan

Dari alasan-alasan yang sudah saya sebutkan di atas, sekarang kalian tahu kan kenapa saya menggunakan wordpress self host. Kebutuhan sih kuncinya, jadi pertimbangkan ya. Oh ya, niche blog juga penting diperhitungkan sejak awal kalian akan membuat blog.

Dari kedua platform blog yang gratis (blogspot dan wordpress.com) ketika kita memutuskan untuk menggunakan domain TLD, maka semuanya akan menjadi berbayar. Alasan lain mengapa saya menggunakan layanan wordpress self host adalah untuk memacu diri sendiri untuk upgrade diri secara ilmu.

Ya, kan? Kalau dari awal sudah mengeluarkan rupiah lalu blog saya didiamkan saja tanpa optimasi, akan terasa seperti menghambur-hamburkan uang. Untuk itulah saya berusaha segiat mungkin untuk paham seluk beluknya. Alhamdulillah selama kurang lebih 3 tahun dapat mengerti secara detil.

Per Bulan Desember 2020 ini, blog pe-we.com mempunyai nilai Domain Authority (DA) 61 yang merupakan standarisasi dari MOZ.com, Domain Rating (DR) 59 yang merupakan standarisasi dari ahrefs.com, dan Alexa Rank Global 1juta – Alexa Rank Indonesia 19k yang merupakan perhitungan dari alexa.com.

Perhitungan DA, DR, dan ALexa Pe-we.com
Perhitungan DA, DR, dan ALexa Pe-we.com – last update 04 Desember 2020

Selain itu, saya juga sudah berhasil mengampu beberapa kelas SEO Onpage dan SEO offpage, baik itu diadakan secara berbayar ataupun gratis. Kelas gratisnya banyak dikenal oleh kalangan blogger lingkungan saya dengan nama Kelas Growth Blogger (KGB). Harapannya agar para blogger-blogger juga ikut upgrade diri, tak hanya sekadar menulis saja.

3 pemikiran pada “Alasan Saya Memilih WordPress Self Host untuk Blogging”

  1. bagaimanapun yang berbayar biasanya lebih unggu daripada yang gratisan, termasuk juga dalam memilih platform blog.

    Balas
  2. mas pewe kita nggak dibagi ilmu naikin da nya kah? auto lirik da blog yang masih di angka 20 an kog jadi sedih wkwk

    Balas

Tinggalkan komentar