Acara rutin yang diadakan tiap tahun sejak 2010 oleh KAO Indonesia bersama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) kembali diselenggarakan. Event ini merupakan penghargaan untuk anak-anak Indonesia yang karya lukisannya meraih penghargaan di ajang Lomba Melukis Lingkungan Kao Untuk Anak-anak, yang ke-8.

Penyerahan hadiah kepada anak-anak
Penyerahan hadiah kepada anak-anak

Edukasi melalui Program Anak Kao yang diberikan kepada anak-anak bangsa mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan. Dengan media berupa lukisan menjadi pilihan pihak penyelenggara agar anak-anak dapat mengekpresikan harapannya terhadap lingkungan yang ada disekitar mereka. “Eco Together” menjadi tema yang diangkat tahun ini. secara bersama-sama semua anak-anak bersemangat untuk menjaga dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, indah, dan sehat.

Pada event tahun ini, tercatat sebanyak 3703 karya dikirimkan. Dengan karya yang terkirim sebanyak itu, terbukti bahwa antusias anak-anak Indonesia terhadap lingkungan sangat besar. Lukisan merupakan salah satu dari kesekian banyak macam kreatifitas seni, bahkan ada ungkapan “satu karya lukisan menggambarkan banyak makna”, itu mengapa KAO Indonesia memilih point lukisan.

Pada tanggal 24 Februari 2018, KAO Indonesia mengumumkan penghargaan pemenang lukisan pada ajang lomba melukis lingkungan KAO, bertempat di Ballroom Hotel Pullman Central Park, Jakarta. Pratomo P. Aritedjo selaku Associate Vice President Human Capital Development PT Kao Indonesia mengemukakan, “Lukisan merupakan salah satu media dalam seni. Ditengah-tengah perkembangan teknologi yang pesat, lukisan tetap menjadi media yang relevan dengan pesan-pesannya. Kalau dulu kita melihat lukisan di museum untuk mempelajari sejarah sekarang kita bisa melihat lukisan sebagai cara untuk memandang masa depan. Terbukti dengan lukisan yang dihasilkan oleh anak-anak Indonesia dalam Lomba Melukis Lingkungan Kao untuk Anak-anak ini.”

Pernyataan dari Pratomo P. Aritedjo pun diamini oleh Komikus sekaligus Pencipta KOSTUM (Komik Strip untuk Umum) Haryadhi, “Ketika anak-anak ini melukis, baik dari pengamatan atau ingatan, mereka diajak untuk berhubungan dengan apa yang dilihat dan dirasakan. Lukisan memiliki fungsi dasar dan penting, bukan untuk menggambarkan dunia, tetapi untuk menenun dunia, atau lebih tepatnya, untuk membuat dan memperlihatkan tenunan yang sebenarnya sudah ada. Lewat lukisan anak-anak ini, mereka diajak untuk menciptakan dunia yang lebih baik yaitu dunia yang hijau dan bersih.”

Dalam Lomba Melukis Lingkungan Kao untuk Anak-anak Kedelapan dari Indonesia, ada dua anak Indonesia yang mendapatkan penghargaan ‘Eco Friend Prize‘ yaitu:

  1. Viola Arielle Suliandy (13 tahun), dengan karya berjudul “Alam Menyelamatkan Dirinya Sendiri Melalui Tangan Kita.”
  2. I Wayan Amerta Nur Pradnyana (15 tahun), dengan karya berjudul “Reuse.”

Pemenang pertama Viola Arielle Suliandy (13 tahun), dengan karya berjudul “Alam Menyelamatkan Dirinya Sendiri Melalui Tangan Kita.”

1. Viola Arielle Suliandy (13 tahun), dengan karya berjudul “Alam Menyelamatkan Dirinya Sendiri Melalui Tangan Kita.”

Pemenang kedua, I Wayan Amerta Nur Pradnyana (15 tahun), dengan karya berjudul “Reuse.”
2. I Wayan Amerta Nur Pradnyana (15 tahun), dengan karya berjudul “Reuse.”

Proses pengumuman lain telah dilakukan pada tanggal 30 November 2017 lalu untuk Pemenang dengan kategori ‘Planet Earth Grand Prix’ dan ‘KAO Prize’, anak-anak yang terpilih dari seluruh dunia diundang ke Tokyo, Jepang, untuk berpartisipasi dalam acara penyerahan hadiah dan penghargaan. Lukisan-lukisan yang menjadi pemenang seluruh kategori individu dipamerkan di booth KAO pada acara pameran ‘Eco-Pro’ yang diselenggarakan di Tokyo Big Sight pada tanggal 7-9 Desember 2017 lalu.

Selain dari kategori individu yaitu Planet Earth Grand Prix, Kao Prize dan Eco Friend Prize, ada pula kategori Group Prize. Untuk kategori Group Prize, 3 dari 5 dari total pemenangGroup Prize adalah perwakilan dari Indonesia yakni:

  1. MTs Negeri 1 Pasuruan, Indonesia, dengan 907 karya.
  2. SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Indonesia, dengan 434 karya.
  3. SMPN 2 Bangil Pasuruan, Indonesia, dengan 425 karya.
MTs Negeri 1 Pasuruan, Indonesia, dengan 907 karya
MTs Negeri 1 Pasuruan, Indonesia, dengan 907 karya
SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Indonesia, dengan 434 karya.
SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Indonesia, dengan 434 karya.
SMPN 2 Bangil Pasuruan, Indonesia, dengan 425 karya.
SMPN 2 Bangil Pasuruan, Indonesia, dengan 425 karya.

Dengan diselenggarakannya program ini, pihak KAO berhasil memberikan manfaat kepada lebih dari 5000 siswa di 40 sekolah yang tersebar di Cikarang, Karawang, dan Jakarta. Siswa Sekolah Dasar (SD) mendapatkan pengetahuan yang lebih komprehensif mengenai cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sehingga akan timbul kesadaran mengenai lingkungan.

Pratomo P. Aritedjo menambahkan, “Kao Indonesia melihat adanya antusiasme dari anak-anak Indonesia untuk belajar lebih banyak mengenai kebersihan dan menjaga lingkungan. Kesuksesan Anak KAO tentunya merupakan hasil dari kerja sama seluruh tim. Hal ini menjadi kabar gembira sekaligus tantangan bagi kami untuk terus menyebarkan pengetahuan menjaga kebersihan lingkungan dengan cara semenarik mungkin. Kami berharap kesuksesan ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.”

Pada tahun ke-2 kerjasama ini, Kao Indonesia bersama dengan YCAB (Yayasan Cinta Anak Bangsa) semakin gencar untuk mengajak anak Indonesia peduli pada lingkungan dan kesehatan. “Kami tentunya sangat senang diberi kepercayaan kembali oleh Kao Indonesia sebagai partner untuk mewujudkan generasi muda yang peduli dengan kebersihan dan lingkungan,” terang Sulistyaning Palupijati selaku Head of Partnership YCAB. Sedangkan untuk tahun ke-3, Kao Indonesia dan YCAB berencana akan melanjutkan kerjasama yang sudah terjalin. Inisiatif ini diharapkan akan memberikan manfaat yang lebih signifikan.

Wawancara dengan Media
Wawancara dengan Media

“Setelah dua tahun, Kao Indonesia dan YCAB menyadari bahwa perlu adanya perubahan yang tentunya ke arah yang lebih baik. Program ini akan menyasar usia lebih lanjut dari yang sebelumnya dengan fokus area Jakarta, Cikarang dan Karawang. Diharapkan dengan perubahan ini, kami bisa memberi manfaat yang lebih konkret dan signifikan terhadap kebersihan ,kesehatan generasi muda dan lingkungan,” tutup Pratomo P. Aritedjo.

LEAVE A REPLY

SIlakan ketik komentarmu
Silakan Masukkan namamu disini