Berat badan ideal merupakan impian semua orang, karena menjadi sehat adalah anugerah. Tetapi semua hal tersebut harus disertai dengan usaha agar menjadi sehat, bukan malah mengabaikan kesehatan. Polemik penderita obesitas menjadi perhatian dunia, terutama Indonesia. Terjadinya obesitas itu disebabkan oleh tiga faktor, yakni faktor genetik, perilaku, dan lingkungan. Faktor genetik mempunyai kans sebesar 10%-30%, sedangkan faktor perilaku dan lingkungan bisa mencapai 70%. Perkembangan teknologi yang pesat berkontribusi pada peningkatan pola makan, yang kemudian tanpa disadari teknologi menggiring kita untuk bergaya hidup sedentary (kurang beraktifitas fisik, makan makanan instan, dan kurang mengonsumsi buah dan sayur).

Dari beberapa laporan data dunia, Indonesia sudah menjadi penyumbang penderita obesitas yang besar di dunia. Diberitakan menurut laporan dari Global Nutrition Report, Indonesia masuk ke dalam 17 negara yang memiliki permasalahan obesitas. Sedangkan menurut laporan dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di Washington, lebih dari setengah warga dunia, mengalami obesitas dan tinggal di 10 negara. Kesepuluh negara tersebut adalah Amerika Serikat, Cina, India, Rusia, Brasil, Meksiko, Mesir, Jerman, Pakistan, dan Indonesia.

Gizi untuk merupakan hak setiap manusia, seperti artikel saya terdahulu pada impian terwujudnya masyarakat yang selalu sehat dan ramah lingkungan dengan Asia Pacific Food Forum dan Indonesia, akan tetapi bukan berarti harus mengabaikan pola makan yang tidak baik, seharusnya pola makan juga diimbangi aktivitas fisik yang cukup, seperti dengan berolahraga minimal 30 menit setiap hari. Hal tersebut juga ada didalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang merupakan kampanye pemerintah untuk menjadikan masyarakat Indonesia sehat, didalamnya GERMAS membuat buku panduan pelaksanaan Gerakan Nusantara Tekan Angka Obesitas (GENTAS) untuk memudahkan panduan ke masyarakat umum agar dapat ikut menekan angka penderita obesitas di Indonesia.

Pada tanggal 7 November 2017 kemarin, KEMENKES RI menyelenggarakan Seminar Hari Obesitas Se-Dunia yang dilangsungkan di Hotel Harris, Kelapa Gading, Jakarta dengan tema "Cegah Obesitas Melalui GERMAS". Saya berkesempatan hadir dalam acara tersebut dan lagi-lagi banyak mendapatkan ilmu untuk menjadi manusia yang sehat. Ibu Lily dari Kemenkes tidak pernah bosan-bosannya mencanangkan aksi CERDIK melalui kampanye GERMAS, bagi yang belum tahu apa itu CERDIK, berikut singkatannya:

  • Cek kesehatan secara teratur untuk megendalikan berat badan agar tetap ideal dan tidak berisiko mudah sakit, periksa tensi darah, gula darah, dan kolesterol secara teratur.
  • Enyahkan asap rokok dan jangan merokok.
  • Rajin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, seperti berolah raga, berjalan kaki, membersihkan rumah. Upayakan dilakukan dengan baik, benar, teratur dan terukur.
  • Diet yang seimbang dengan mengkonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang, konsumsi buah sayur minimal 5 porsi per hari, sedapat mungkin menekan konsumsi gula hingga maksimal 4 sendok makan atau 50 gram per hari, hindari makanan/minuman yang manis atau yang berkarbonasi
  • Istirahat yang cukup.
  • Kelola stress dengan baik dan benar.

LEAVE A REPLY

SIlakan ketik komentarmu
Silakan Masukkan namamu disini