Era revolusi industri yang sudah masuk tahap 4.0 atau bisa disebut juga sebagai Internet of Things yang merupakan suatu kemajuan dari basis sebuah teknologi. Nah capaian kinerja dari BPJS Kesehatan tahun 2018 juga begitu, inovasi tandingan diperkuat melalui lini aplikasi internet berbasis mobile. Digitalisasi merupakan suatu keharusan yang perlu dilakukan oleh para pelaku usaha yang bergerak dalam bidang jasa.

Satu poin yang terlahir pada tahun 2018 adalah berkurangnya keluhan tentang antrian panjang dari pasien pengguna Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat atau dapat disingkat sebagai JKN-KIS. Hal ini juga merupakan capaian dimana pada tahun 2018 terjadi peningkatan layanan dari peserta JKN-KIS. Sudah masuk tahun kelima loh implementasi yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan terhadap layanan JKN-KIS untuk mengubah semua tatanan sistem pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

Fachmi Idris Direktur Utama BPJS Kesehatan
Fachmi Idris Direktur Utama BPJS Kesehatan

Direktur Utama dari BPJS Kesehatan dalam event temu wicara dengan tajuk Public Expose Kinerja BPJS Kesehatan 2019, tentang capaian kinerja BPJS Kesehatan tahun 2018, Bapak Fachmi Idris mengatakan, “bahwa berbagai layanan digital yang tumbuh di era JKN-KIS, berhasil mendobrak cara berpikir masyarakat Indonesia. Hal ini tentunya akan berpengaruh dan membawa revolusi besar dalam tatanan sistem pelayanan Kesehatan di Indonesia.”

Aplikasi mobile JKN dari BPJS Kesehatan pasti sudah mendapatkan perhatian dari masyarakat, aplikasinya sangat mudah untuk digunakan yang didalamnya terdapat kemudahan-kemudahan informasi yang sangat berguna didapat oleh peserta JKN-KIS. Kemudahan-kemudahan tersebut antara lain, kemudahan memperolah informasi seputar program JKN-KIS, kemudahan dan kecepatan dalam hal pendaftaran, kemudahan dan kepastian dalam hal membayar, informasi detil dari jaminan fasilitas kesehatan, serta penyampaian keluhan dan memperoleh solusi.

Tandatangan Nota Kesepahaman - BPJS Kesehatan dan IPB
Tandatangan Nota Kesepahaman – BPJS Kesehatan dan IPB

Capaian BPJS Kesehatan di tahun 2018

Capaian-capaian kinerja BPJS Kesehatan di tahun 2018 berhasil mengukir sejarah, walaupun masih terus ditingkatkan setidaknya capaian itu merupakan keberhasilan yang layak diacungi jempol. Berikut adalah capaian-capaian kinerja dari BPJS Kesehatan di tahun 2018:

  • BPJS Kesehatan memperoleh predikat Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) untuk tutup buku tahun 2018 atau ke-5 secara berturut-turut sejak implementrasi Program JKN-KIS dari Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja Suhartono yang berafiliasi dengan Nexia International.
  • BPJS Kesehatan memperoleh skor aktual 85,72 (skor maksimal adalah 100) dengan predikat Sangat Baik, untuk pengukuran Good Governance Tahun 2018 oleh BPKP.
  • Jumlah peserta Program JKN-KIS sampai akhir tahun 2018 adalah 208.054.199 jiwa. Menurut data pada 19 Mei 2019, jumlah peserta meningkat menjadi 221.580.743 jiwa.
  • Tahun 2018, BPJS Kesehatan sudah bermitra dengan 23.292 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 2.455 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).
  • Indeks kepuasan peserta terhadap Program JKN-KIS sebesar 79,7% dan
    indeks kepuasan fasilitas kesehatan yang melayani pasien JKN-KIS sebesar 75,8%.
Tandatangan Nota Kesepahaman - BPJS Kesehatan dan IPB
Tandatangan Nota Kesepahaman – BPJS Kesehatan dan IPB

Sinergi BPJS Kesehatan dengan Institut Pertanian Bogor (IPB)

Masyarakat Indonesia sudah sangat ketergantungan akan gadget yang sifatnya sangat mobile sekali, semua layanan program dari JKN-KIS tentu juga dapat memenuhi aspek informasi yang bersifat mobile pula. Semuanya bisa dilakukan dengan smartphone, seperti pendaftaran, kepersertaan, konsultasi kesehatan, hingga sebuah keluhan dengan layanan Call Center ke 1500 400. Pembayaran yang memudahkan juga mewarnai teknologi aplikasi ini.

BPJS Kesehatan juga bersinergi dengan berbagai pihak, seperti pada acara temu wicara ini turut hadir Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Bapak Dr. Arif Satria. Mereka melakukan tanda tangan nota kesepahaman yang meliputi berbagi keahlian dan informasi, serta kerjasama dalam bidang teknologi informasi.

Rektor Institut Pertanian Bogor, Dr. Arif Satria
Rektor Institut Pertanian Bogor, Dr. Arif Satria

Bersinerginya BPJS Kesehatan dengan IPB bukan hal baru, sebut Rektor IPB. Bahkan awal-muawal BPJS Kesehatan berdiri sudah bersinergi dimulai dari para mahasiswa IPB hingga sekarang menuju masyarakat Indonesia secara luas.

LEAVE A REPLY

SIlakan ketik komentarmu
Silakan Masukkan namamu disini