Sosialisasi BPJS Kesehatan tentang uji coba digitalisasi rujukan online memasuki tahap kedua dengan total tiga tahapan. Beberapa waktu yang lalu telah diadakannya tahapan pertama yang berlangsung pada tanggal 15 Agustus 2018 sampai dengan 31 Agustus 2018. Pada fase atau tahapan pertama memberikan hasil yang positif sehingga dapat menyempurnakan tahapan kedua yang akan dan sedang berlangsung pada 1 September 2018 hingga 15 September 2018.

Bagi yang belum tahu tentang rujukan online, penjelasannya adalah sebagai berikut, sistem rujukan online merupakan media digitalisasi proses rujukan berjenjang untuk memudahkan dan memastikan para peserta BPJS dapat menggunakan layanan di Rumah Sakit sesuai dengan rujukan berdasarkan kebutuhan medis dari si peserta. Sistem ini diwajibkan bagi semua Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang sudah dapat terhubung dengan jaringan komunikasi secara online mulai 21 Juni 2018.

FKTP Siap Online, Uji Coba Digitalisasi Rujukan Online Fase Kedua - BPJS Kesehatan
FKTP Siap Online, Uji Coba Digitalisasi Rujukan Online Fase Kedua – BPJS Kesehatan

Uji coba digitalisasi rujukan online tahap kedua ini diinformasikan pada hari senin 3 September 2018 dengan membawa tajuk Ngopi Bareng JKN bertempat di Paradigma Cafe Jakarta Pusat. Acara ini dihadiri oleh rekan-rekan media dan sejumlah blogger. yang menjadi narasumber pada kesempatan kali ini adalah Bapak Arief Syaifuddin selaku Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan dan Bapak Budi Mohammad Arief Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan.

Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Arief Syaifuddin menjelaskan, “Banyak hal positif yang diperoleh dari uji coba selama fase 1, antara lain terkumpulnya data rumah sakit rujukan beserta dokter spesialis/subspesialis berikut jadwal prakteknya. Lalu teredukasinya Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk disiplin menggunakan aplikasi P-Care. Selain itu teredukasinya Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) untuk senantiasa melengkapi dan meng-update data kompetensi dan sarana serta mulai dikenalnya konsep rujukan online bagi peserta”.

ki-ka: Arief Syaefuddin - Budi Mohammad Arief - Iqbal Anas Ma'ruf
ki-ka: Arief Syaefuddin – Budi Mohammad Arief – Iqbal Anas Ma’ruf | Uji Coba Digitalisasi Rujukan Online Fase Kedua – BPJS Kesehatan

Bapak Arief Syaifuddin juga menginformasikan dari uji coba tahap pertama penggunaaan aplikasi PCare sudah terakumulasi sebanyak 19.937 FKTP mengimplementasikan secara realtime online dan siap dengan uji coba fase kedua. Masih ada FKTP yang belum dapat mengakses aplikasi PCare karena terkendala masalah jaringan komunikasi data secara online dan masih menggunakan rujukan secara manual. Karena fase tahap pertama sudah terjadi maka penyempurnaan akan dimaksimalkan pada uji coba fase kedua yang mana pihak BPJS Kesehatan akan terus berupaya melakukan kemudahan FKTRL untuk melakukan edit data kompetensi dan sarana prasaran yang ada pada aplikasi. Lalu juga perbaikan data mapping FKTRL yang meliputi kesehatan rujukan yang dirujuk dari Puskesmas, memvalidasi Dokter praktik perorangan dan klinik pratama berdasarkan jarak dan juga kompetensinya. Kemudian selanjutnya adalah penambahan fitur pada rujuan di kasus-kasus tertentu yang membutuhkan perlakuan khusus diantaranya seperti Kanker, TB, Jiwa, Hemodialisa, Thallasemia, Transpalantasi Hati, Hemofilia, Transpalantasi Ginjal, dan Kusta.

Uji Coba Digitalisasi Rujukan Online Fase Kedua - BPJS Kesehatan
Uji Coba Digitalisasi Rujukan Online Fase Kedua – BPJS Kesehatan

Selanjutnya, Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan Bapak Budi Mohammad Arief menyampaikan bahwasanya pada setiap tahap uji coba yang sedang berlangsung, BPJS Kesehatan akan terus mengevaluasi sistem rujukan online ini guna meningkatkan pelayanan serta memberikan manfaat bagi peserta, FKTP, dan FKTRL. Tentu hal ini menjadi kabar baik sehingga menjadi sebuah apresiasi bagi kita semua sebagai peserta JKN untuk turut serta menyukseskan agar program ini dapat berjalan dengan baik.

Dengan adanya digitalisasi rujukan online ini diharapakan layanan dari BPJS Kesehatan akan semakin baik serta memudahkan dalam mengakses fasilitas kesehatan baik sarana dan prasarana serta peningkatan kualitas mutu pelayanan, sehingga peserta JKN-KIS tidak perlu lagi merasa khawatir menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

1 Komentar

  1. Semakin mudah dan praktis ya sekarang bagi peserta dan pemilik kartu JKN dari BPJS Kesehatan untuk mendapatkan layanan kesehatan dengan adanya rujukan online ini. Artinya, tak perlu antri lama lagi kayak kita jaman dulu yang mesti datang ke RS hanya untuk berobat. Ngomong-ngomong, tulisanmu semakin bagus loh. Terus menulis ya. Semakin sering menulis pasti tulisanmu jadi semakin bagus lagi.

LEAVE A REPLY

SIlakan ketik komentarmu
Silakan Masukkan namamu disini