Berbicara masalah menabung, saya yang sudah dewasa begini masih sering kesulitan menabung. Padahal, menabung itu sangat penting demi masa depan yang lebih baik. Butuh pembiasaan yang mesti dipaksakan sedini mungkin agar kebiasaan menabung menjadi darah daging dan tak lagi terasa sulit. Walaupun sedikit terlambat untuk menerapkan pada diri sendiri, saya tak ingin anak saya mengalami apa yang saya alami sehingga saya pun melatih anak untuk belajar menabung sejak kecil. Berikut ini tips menabung untuk anak sekolah yang pernah saya ajarkan kepada anak.

Tips Belajar Menabung untuk Anak Sekolah

1. Mengenalkan Nilai Uang

Ketika anak telah berusia 5 tahun ke atas, sebenarnya anak telah bisa diajari dan diajak mengenal nilai uang. Mulailah dari nominal terkecil, misalnya lima ratus rupiah. Dengan uang senilai Rp500,- tadi, apa saja yang bisa ia dapatkan. Perlahan, coba tingkatkan dengan nilai yang lebih besar, seperti 1000 rupiah, dua ribu rupiah, dan seterusnya. Cara mengenalkan nilai uang ini bisa pula dilakukan sambil bermain. Ada banyak sekali permainan yang bisa dimanfaatkan, misalnya bermain monopoli, bermain pasar-pasaran, dan sebagainya. Dengan mengenal nilai uang, anak akan tahu kalau setiap rupiah dari uang begitu berharga di masa depannya kelak.

2. Bantu Anak Menghitung Kebutuhan Hariannya Secara Sederhana

Saat memasuki usia sekolah, mulailah mengajari anak untuk menghitung kebutuhan hariannya secara sederhana. Langkah awal bisa dengan memberinya uang jajan dalam jumlah yang sesuai dengan usianya. Kemudian, bantu anak menghitung kebutuhan hariannya, misalnya uang jajan yang diberikan untuk satu hari itu cukup untuk membeli apa saja? Apakah bisa membeli semangkuk bakso dan segelas teh? Apakah cukup untuk sekaligus membeli buku tulis, dan sebagainya. Memang tidak bisa secara instan anak langsung paham. Pastinya butuh berulangkali latihan hingga anak akhirnya bisa menyisakan sedikit uang jajannya untuk ditabung.

3. Hindari Selalu Menuruti Keinginan Anak akan Benda

Perlahan sejalan dengan perkembangannya, anak mulai menginginkan berbagai benda. Contoh nyata seperti yang anak saya alami ketika ia mulai masuk sekolah. Di sekolah, ia melihat temannya menggunakan tas sekolah dengan gambar kartun kesukaannya. Sepulang sekolah, ia langsung meminta ke saya dan mamanya untuk membelikan tas sekolah yang sama. Nah, ketika sudah ada keinginan untuk memiliki sesuatu, meski ia meminta dengan rengekan dan tangisan, usahakan untuk tidak selalu menuruti keinginan anak akan benda. Inilah saatnya kita mengajarkan kepada anak bahwa untuk memiliki sesuatu ada usaha terlebih dahulu yang perlu kita lakukan. Kita bisa sekaligus mengenalkan konsep bekerja demi mendapatkan uang, sistem barter (misalnya jika ia meraih prestasi tertentu maka sebagai hadiah ia akan mendapatkan benda yang diinginkannya), dan cara selanjutnya adalah mengajarkannya menabung. Bagaimana caranya membantu anak sekolah belajar menabung?

4. Ajak Anak Belajar Menabung untuk Mendapatkan Benda yang Diinginkan

Ketika anak telah memiliki keinginan untuk mendapatkan suatu benda, inilah saatnya mengajak anak untuk belajar menabung. Jika sebelumnya kita telah mengenalkan nilai uang dan membantu anak menghitung kebutuhan hariannya, selanjutnya ajak anak belajar menabung untuk mendapatkan benda yang diinginkan. Misalnya: uang jajan anak dalam satu hari Rp1000,- sementara benda yang ia inginkan seharga Rp5000,-. Ajak anak mulai menghitung, berapa uang jajan yang mampu ia sisihkan dan berapa lama ia harus melakukannya hingga benda yang ia inginkan bisa dibeli. Contoh: anak biasa membeli minum di kantin sekolah seharga Rp500,- Lalu beri saran, daripada ia membeli minum di kantin, kenapa tak membawa air minum dari rumah saja menggunakan botol minum. Dengan membawa botol minum tadi, anak bisa menghemat uang jajannya sebesar Rp500 dan dalam 10 hari, ia bisa membeli benda yang diinginkannya tadi.

Tips belajar menabung untuk anak sekolah yang saya bagikan pada tulisan kali ini hanyalah beberapa cara sederhana. Masih banyak cara lain yang bisa dicoba. Lakukan latihan secara rutin sejak anak mulai mengenal nilai uang dan lihat pula kondisi anak. Latihan menabung ini harus dilakukan dengan cara menyenangkan dan tanpa paksakan hingga anak tergerak sendiri untuk melakukannya. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

SIlakan ketik komentarmu
Silakan Masukkan namamu disini