Bidang kesehatan Indonesia dari segala lini terus-menerus mengkampanyekan kesehatan agar masyarakat Indonesia seluruhnya tetap sehat. Kali ini yang dikampanyekan adalah HIV-AIDS sekaligus masih dalam momen merayakan Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2018. Tanya Marlo sebuah aplikasi chat bot pun ikut mengkampanyekan pemberantasan HIV-AIDS.

Sejarah HIV-AIDS

Awalnya virus HIV-AIDS adalah kanker yang jarang terjadi, ditemukan pada 3 Juli 1981 dari sebuah surat kabar terkenal —The New York Times yang menaikan berita dengan judul “Rare Cancer Seen in 41 Homosexuals“. Mulanya tidak ada yang mengerti gejala penyakit yang muncul dari bintik ungu di kulit dan limpa yang bengkak tersebut.

Kanker aneh yang mempunyai gejala berbeda dari kebanyakan kanker akhirnya diidentifikasi secara resmi pada tahun 1984 oleh dunia kedokteran karena ketakutan secara massal yang terjadi pada masyarakat dunia. Virus HIV yang menyebabkan AIDS ini telah memakan korban lebih dari 35 juta orang.

Obat HIV-AIDS

Munculnya HIV-AIDS membuat dunia kesehatan sibuk. mereka berupaya menemukan obat yang tepat, atau minimal meredam penyebaran virus HIV ini. Obat pertama yang dipakai adalah AZT (azidothymidine) yang sebenarnya sudah ada sejak tahun 1960-an sebagai penagkal kanker. Percobaan pertama dari AZT gagal ketika diujikan pada tikus yang di beri virus HIV.

Tahap kedua, AZT dimodifikasi oleh salat satu perusahaan farmasi terkenal berhasil memperlihatkan harapan karena menghalangi aktivitas virus HIV dalam sel-sel hewan yang diujikan terinfesi HIV.

Setelah di sahkan pada Maret 1987, AZT malah mendapatkan keluhan dari masyarakat dunia yang mempertanyakan harga obat yang menjulang tinggi mahalnya. Biaya pertahun untuk memakai AZT ini sekitar US$8 ribu. Bahkan keluhan-keluhan lain terjadi dari efek samping dari konsumsi AZT seperti masalah jantung dan berat badan.

Tahap ketiga ketika memasuki tahun 1990-an, jalan keluar lain dari penyakit AIDS ini melalui terapi HAART, sebuah terapi ARV (antiretroviral) yang dapat menghentikan virus dari replikasi dan resistensi, sehingga penyebaran virus HIV dalam darah susah berkembang dan tidak menyebar ke sel-sel baru.

Keberhasilan terapi ARV ini cukup berhasil secara signifikan. Terbukti dari berkurangnya secara drastis tingkat kematian penderita HIV-AIDS. Keberhasilan terapi ARV ini menjadi terapi perawatan standar untuk mereka yang terjangkit virus HIV-AIDS. Hingga kini tahun 2018, sudah ada sekitar 41 jenis obat yang dapat dipakai untuk melawan virus HIV-AIDS.

Tanya Marlo Aplikasi Chat Bot HIV-AIDS

Kampanye HIV-AIDS terjadi di seluruh dunia, begitu juga di Indonesia. Info-info penting seperti cara pencegahan, tes sedini mungkin hingga informasi perawatan standar pabila terinfeksi virus HIV-AIDS bisa ditanyakan kepada aplikasi Tanya Marlo.

Aplikasi Tanya Marlo adalah aplikasi chat bot yang channelnya ada di aplikasi LINE. Anda cukup add friend saja pada aplikasi LINE tersebut tanpa menginstal apapun lagi di smartphone Anda. Lalu channel tersebut akan menyapa Anda.

Aplikasi chat bot Tanya Marlo mempunyai beberapa info atau menu, yang antara lain:

  • Info HIV/AIDS: Fitur ini menyediakan segala informasi seputar HIV/AIDS yang disampaikan melalui konten-konten menarik seperti artikel, infografis, perbandingan mitos dan fakta, serta video.
  • Kuis: Permainan kuis mengasyikkan yang akan menantang pengetahuan dan pemahaman seputar HIV/AIDS melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana dan menyenangkan.
  • Konsultasi: Fitur ini sangat menarik karena memberikan akses ke konselor terpercaya bagi yang membutuhkan saran atau ingin bertanya tentang HIV/AIDS secara lebih lanjut dan pengobatannya.
  • Tes HIV: Tanya Marlo memberikan kenyamanan bagi siapa pun yang membutuhkan informasi tentang klinik-klinik yang menyediakan jasa tes HIV, termasuk lokasi, tata cara, dan jam operasional. Terlebih lagi, bagi pengguna yang ingin melakukan tes di Jakarta, dapat membuat janji untuk melakukan tes HIV secara online melalui Tanya Marlo.

Kritayawan Boonto, Country Director UNAIDS Indonesia mengatakan pemanfaatan teknologi digital untuk kampanye kesehatan merupakan langkah untuk berinteraksi dengan generasi muda. Tanya Marlo hadir di aplikasi LINE untuk menjangkau anak muda yang mungkin belum terpapar informasi soal HIV dan AIDS. Untuk menggunakannya, anak muda cukup menambahkan Tanya Marlo sebagai teman di LINE dengan id @tanyamarlo.

“Tanya Marlo merupakan seorang sahabat yang dapat diajak bicara, dan yang terpenting dapat menjadi seorang pendukung setia,” ujar wanita yang akrab disapa Tina.

Inez Kristanti, psikolog klinis dewasa dari Klinik Angsamerah, mengaku sering mendapat pertanyaan dari anak muda lewat media sosial soal seksualitas dan penyakit menular seksual seperti HIV. Menurutnya Tanya Marlo merupakan salah satu bentuk penyebaran informasi yang baik, benar, dan kredibel bagi anak muda yang memiliki rasa ingin tahu soal HIV. “Karena mau googling kan bingung, informasinya banyak banget dan simpang siur. Saya sering jawab via DM atau story Instagram, tapi kan tidak bisa 24/7. Nah, dengan Tanya Marlo ini kan informasinya resmi dari UNAIDS.

Jaminan kerahasiaan juga terjamin selama kita tanya-jawab dengan chatbot tanya marlo ini. Hal ini sangat penting karena masih banyak generasi muda kita yang takut bertanya mengenai HIV-AIDS atau penyakit menular seksual. Takut akan stigma dan diskriminasi.

LEAVE A REPLY

SIlakan ketik komentarmu
Silakan Masukkan namamu disini