Sebentar lagi masuk bulan Oktober 2018, dalam bulan Oktober ada program pemerintah khususnya dari Kementrian Kesehatan RI yang mensosialisasikan Bulan Eliminasi Kaki Gajah atau bisa disingkat dengan BELKAGA. BELKAGA ini hanya terjadi lima tahun sekali. Bulan yang ditetapkan sebagai upaya agar masyarakat peduli kesehatannya dengan ikut terlibat dalam Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) penyakit kaki gajah yang diadakan serentak di seluruh daerah endemis di Indonesia. BELKAGA merupakan salah satu program pemerintah dalam memerangi filariasis, cacing dari penyebab penyakit kaki gajah yang konon faktanya TIDAK BISA DISEMBUHKAN.

Cara Penularan Penyakit Kaki Gajah
Cara Penularan Penyakit Kaki Gajah

Sudah pada tahu penyakit kaki gajah kan? Itu loh yang bagian tubuh penderitanya membesar seperti anggota tubuh pada gajah. Penjelasan secara mudahnya penyakit kaki gajah adalah penyakit yang menular, menahun, yang disebabkan oleh cacing serta telur cacing filariasis dalam tubuh manusia yang sudah terkena penyakit kaki gajah yang kemudian berpindah saat nyamuk menggigit si penderita tersebut, kemudian dibawa oleh nyamuk dan didalam diri nyamuk telur cacing tersebut dapat menetas, lalu menularkan ke pada manusia lain lewat gigitannya. Jadi, mulai sekarang jangan pernah menganggap enteng gigitan nyamuk ya. Karena bisa jadi, nyamuk tersebut membawa ‘anak’ cacing penyebab penyakit filariasis atau kaki gajah.

Gejala Penyakit Kaki Gajah

Gejala penyakit kaki gajah awalnya mungkin seperti gejala demam biasa, namun selanjutnya penderita akan memasuki stadium lanjutan di mana terjadi pembengkakan pada bagian lipatan paha atau ketiak dengan disertai panas dan nyeri akibat terjadi peradangan saluran getah bening. Pada stadium 1 dan stadium 2, penderita penyakit kaki gajah kemungkinan besar bisa disembuhkan dengan penanganan yang tepat dan cepat di Puskesmas atau instansi kesehatan lainnya. Namun, jangan harap bisa disembuhkan ketika sudah memasuki stadium 3 sampai stadium 7, karena filariasis seakan membuat hidup si penderita berakhir, sakit dengan kecacatan menetap, stigma sosial, serta psikologis yang memprihatinkan. Stadium 3 sampai stadium 7 menyebabkan penderita filariasis menjadi cacat permanen.

Gejala Tertular Penyakit Kaki Gajah
Gejala Tertular Penyakit Kaki Gajah

Dalam hal ini, Pemerintah jelas tidak tinggal diam. Sesuai target di 2025 bebas filariasis, semua upaya dilakukan yang salah satunya adalah BELKAGA. Dilakukannya Pemberian Obat Pencegahan Massal Filariasis secara GRATIS jelas akan menurunkan kadar mikrofilaria di dalam darah sehingga tidak terjadi lagi penularan. Karena perlu diingat, orang yang sudah terkena penyakit filariasis justru tidak bisa menularkannya ke orang lain, tapi orang yang belum terkena penyakit tersebutlah yang justru berbahaya dan berpotensi menularkannya.

Eliminasi Nyamuk Untuk Eliminasi Penyakit Kaki Gajah

Siapa saja yang patut mendapatkan obat pencegahan ini? Semua orang yang masih sehat, kecuali anak di bawah usia 2 tahun, ibu hamil dan orang yang sakit berat, wajib minum obat tersebut. Karena selain mencegah filariasis, POPM juga mencegah cacingan. Seluruh lapisan masyarakat mulai dari usia 2 tahun hingga 70 tahun harus meminumnya. Pencegahan penyakit filariasis hanya perlu minum obat dalam 1 tahun sekali berturut-turut selama 5 tahun.

Mencegah Penyakit Kaki Gajah
Mencegah Penyakit Kaki Gajah

Obat filariasis juga ‘mungkin’ memiliki efek samping, reaksi umum yang muncul biasanya hanya berlangsung kurang dari 3 hari dan sembuh sendiri tanpa perlu diobati, seperti mual, muntah, sakit kepala, demam, dan mengantuk. Namun, jika setelah tiga hari tak kunjung sembuh, segeralah ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat. Segera!

Semua nyamuk dapat menjadi vektor penularan penyakit kaki gajah
Semua nyamuk dapat menjadi vektor penularan penyakit kaki gajah

Kenapa harus 5 tahun? Menurut Prof. Dr. Dra. Tania Supali, Anggota National Task Force Folariasis, yang hadir sebagai narasumber di Temu Blogger di acara Kemenkes RI, POPM sebaiknya diminum setahun sekali, dilakukan secara rutin selama lima tahun. Obat diminum sesudah makan, langsung diminum dihadapan petugas. Cacing dan telur filariasis bisa mati dalam jangka 5 tahun tersebut. Sehingga wajarlah bila kita harus meluangkan waktu 1 tahun sekali dalam 5 tahun berturut-turut demi mengeliminasi peyakit filariasis ini. Selain itu, vektor atau wadah dari penyebaran penyakit ini –nyamuk, harus dibuat punah. Tanpa nyamuk, tidak akan ada sirkulasi penyebaran penyakitnya, karena telur cacing filariasis hanya bisa menetas dalam tubuh nyamuk dan kemudian ditularkan ke manusia melewati gigitan nyamuk.

14 Komentar-komentar

  1. walau di Tangerang bukan wilayah endemis, tapi tetap waspada dan memberikan informasi kalau ada tetangga yang kena kaki gajah.

  2. Ihhh kok sereeem gitu … ternyata kaki gajah ditularkan oleh nyamuuuk yaaaa… nyamuk kamu kejam… kecil-kecil bisa “nyuntik” kite jadi kek gajaaaah

  3. Duuh aku kok jadi parno sendiri ya ngebayangin penyakit kaki gajah ini. Berarti harus 5 tahun berturut2 ya minum obatnya. Kalau nggak salah tahun lalu posyandu di kompleks sempat membagikan obat ini dan aku sekeluarga minum. Berarti harusnya tahun ini ada juga yaa.

  4. Bulan Kaki Gajah. Gigitan nyamuk harus diwaspadai. Waspadalah… Waspadalah… Ngeri juga kalau anggota tubuh yang digigit nyamuk jadi membesar seperti gajah. Udah pasti berkegiatan pun sulit dilakukan.

LEAVE A REPLY

SIlakan ketik komentarmu
Silakan Masukkan namamu disini