Talasemia berasal dari kata Thalassemia, yang merupakan penyakit kelainan darah. Talasemia merupakan penyakit dengan faktor genetika atau penyakit turunan. Talasemia menyebabkan seorang penderitanya mengalami kekurangan protein sebagai pembentuk hemoglobin utama pada tubuh manusia.

Skema Penurunan Talasemia - sumber: p2ptm.kemenkes.go.id
Skema Penurunan Talasemia – sumber: p2ptm.kemenkes.go.id

Penyakit Talasemia mempunyai peringkat kelima terbesar sebagai penyakit terganas yang ada di dunia. Talasemia juga terbagi menjadi dua jenis, Alfa dan Beta. Penyebutan Alfa dan Beta terkelompokkan berdasarkan sifat pembawa genetikanya dan berdasarkan tingkat kadar keparahan dari penyakit turunan ini.

Bagi penderita Talasemia Mayor, penyakit ini sangat mengganggu aktifitas manusia normal, karena keharusannya dalam transfusi darah dalam kurun waktu seumur hidupnya secara berkala. Kondisi fisik pun juga melemah tidak boleh capai karena protein dalam tubuh tidak seperti manusia normal lainnya.

Kadar oksigen yang sedikit dalam tubuh penderita Talasemia menyebabkan si penderita mudah letih, mudah mengantuk, mudah pingsan, hingga kesulitan bernafas. Bila ada seorang ketahuan secara dini memiliki faktor keturunan penyakit Talasemia ini, harus cepat ditangani secara tepat. Kerap juga terjadi komplikasi seperti gagal jantung, stunting, kerusakanorgan tubuh, gangguan hati dan limpa, hingga ajal menjemput.

Pencegahan Talasemia - sumber:p2ptm.kemkes.go.id
Pencegahan Talasemia – sumber:p2ptm.kemkes.go.id

Gejala dan Penyebab Talasemia

Secara umum, penyakit seperti anemia bisa dikelompokkan sebagai gejala awal. Bila kita tidak tahu riwayat keluarga kita seperti apa bisa langsung melakukan skrining di Puskesmas hingga Rumah Sakit terdekat. Karena anemia adalah penyakit yang kerap terjadi di masyarakat umum.

Gejala lainnya bisa dilihat dari berat badan yang rendah, sering mengalami sesak napas, keadaan badan yang mudah lelah, atau bisa juga dari sakit kuning (hepatitis) terlalu sering karena gangguan hati seperti telah dijelaskan diatas.

Sedangkan penyebab dari Talasemia adalah mutasi yang terjadi melalui penurunan DNA yang ada pada salah satu atau kedua orangtuanya. Akan tetapi tidak semua anak dapat terkena Talasemia apabila salah satu orangtuanya bukan penderita dari Talasemia.

Pencegahan Talasemia

Talasemia dapat dicegah dengan tidak mempersatukan/menikahkan sesama penderita Talasemia. Selain itu dengan program bayi tabung, penyakit Talasemia bisa juga di hindari diturunkan ke buah hati. Dengan melihat Skema penurunan Talasemia dari orangtua pembawa penyakit ini terlihat sangat jelas.

Talasemia Dapat Dicegah - sumber:p2ptm.kemkes.go.id
Talasemia Dapat Dicegah – sumber:p2ptm.kemkes.go.id

Pencegahan lain bisa dengan konsultasi dengan dokter saat sebelum menikah. Menghindari pernikahan sesama Talasemia Mayor dapat dicegah sedini mungkin, atau mencegah juga penikahan Talasemia Mayor dan Minor yang dapat menghasilkan anak dengan penderita Talasemia Mayor lagi.

Memutus mata rantai Talasemia harus dilakukan di Indonesia, sebab penyakit ini memakan biaya yang tidak sedikit, walaupun bukan pilihan si penderita untuk memiliki penyakit Talasemia ini. Momok terbesar penyakit ini adalah biaya yang dikeluarkan per bulan mencapai 300 juta rupiah, dan akan meningkat sesuai dengan umur dari si penderita.

Luar biasa menakutkan bukan? segera periksakan secara dini melalui skrining penyakit Talasemia, bisa melalu Puskesmas terdekat hingga ke Rumah Sakit. Semoga kita semua terhidar dari penyakit yang menggerus hati di dada. Semoga kita semua adalah termasuk dalam golongan orang-orang sehat. Menjadi sehat mahal harganya, tidak ada materi di dunia ini yang dapat menandinginya.

LEAVE A REPLY

SIlakan ketik komentarmu
Silakan Masukkan namamu disini