Gerakan mendukung Zero Malaria sudah pernah saya ulas sebelumnya di artikel saya. Apa yang membedakan kali ini? Pastinya memang ada yang berbeda, kali ini saya tergabung dalam Blogger Kesehatan Wilayah Lampung. Kok bisa? Hahaha ceritanya sih agak lumayan panjang.

Seminggu sebelum menghadiri kegiatan Blogger Kesehatan Wilayah lampung, saya dan rekan-rekan berkunjung ke Sumatera Selatan, Palembang dan Pagar Alam tepatnya. Dari kota Jakarta menuju tanah Sumatera saya dan Istri menggunakan jalur moda darat. Kurang lebih dari Jakarta menuju Palembang menempuh waktu 20 Jam. Setibanya di Palembang sempat menginap satu hari dan kemudian keesokan harinya berangkat kembali ke Pagar Alam bersama tim tambahan.

Lima hari tepatnya kami ada di Pagar Alam (cerita tentang keindahan Pagar Alam akan saya ceritakan di artikel terpisah) dan dari situ juga kita mendapatkan undangan untuk menghadiri kegiatan temu blogger kesehatan wilayah Lampung, wah senang banget dong yah. Setelah lima hari berada di Pagar Alam, kami kembali menuju kota Palembang. Sehari lagi kami bermalam di Palembang kemudian meneruskan perjalanan darat ke Kota Lampung menggunakan Kereta Api.

Perjalanan menggunakan kereta api kita tempuh dengan memakan waktu 10 jam. Sampai di Kota Lampung pagi-pagi sekali, dan kami sempat juga sarapan di salah satu rumah makan fast food, duh gak sehat banget yah, padahal kan kita blogger kesehatan, hahaha.

Zero Malaria

Selanjutnya baru kami mengikuti kegiatan temu blogger Lampung dan Kemenkes RI. Kampanye menuntaskan malaria telah pemerintah kampanyekan sejak lama, saya pertama kali ikut adalah tahun lalu, 24 April 2018 tepatnya, di Jakarta. kala itu pemerintah mengkampanyekan Indonesia siap eliminasi Malaria 2030 yang tertuang dalam keputusan Menteri Kesehatan RI No 293/MENKES/SK/IV/2009.

Penyakit malaria merupakan penyakit yang mematikan loh, bahkan dapat julukan salah satu dari sekian banyak penyakit yang paling ditakuti. Sebegitu besar momok yang dihasilkan oleh salah satu serangga nyamuk ini. Itu mengapa keberadaan nyamuk ini harus benar-benar dibersihkan, khususnya nyamuk penyebab dari penyakit malaria, Anopheles.

Indonesia Zero Malaria di Tahun 2030
Indonesia Zero Malaria di Tahun 2030

Seperti berperang saja, ratusan juta orang telah menjadi korban dan meninggal oleh ulah nyamuk Anopheles ini. Sel penyakit malaria tertanam dalam protozoa parasit atau tertanam pada sekelompok mikroorganisme bersel tunggal bertipe plasmodium, lalu setiap nyamuk Anopheles ini hinggap dan menggigit manusia, ia akan menyebarkannya melalui air liur dan masuk ke dalam aliran darah manusia. untuk lebih lengkapnya upaya pencegahan dan pengobatan dari malaria ini bisa langsung melihat artikel saya sebelumnya.

Daerah Endemis Malaria di Indonesia

Apa sih daerah endemis malaria itu? merupakan daerah yang terjangkit penularan malaria atau bisa disebut sebagai daerah yang selalu ditemukan kasus penyakit malaria. Daerah endemis malaria ini terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan tingkatannya, yaitu:

  • Endemis Tinggi,
  • Endemis Sedang, dan
  • Endemis Rendah.

Pada temu blogger kesehatan yang bertempat di Novotel Hotel di wilayah kota Lampung turut hadir sebagai nara sumber dr. Nadia Tarmizi, juga ada dari pihak Kemenkes RI yang memaparkan tentang sehat dan cerdas dalam bermedsos oleh drg. Widyawati, MKM.

Pada tahun 2018 terdapat 28 kabupaten endemis tinggi yang ditemukan di 4 (empat) provinsi yaitu: Papua, Papua Barat, NTT, dan Kalimantan Timur. Sedangkan daerah yang sudah tidak terdapat penularan setempat malaria disebut dengan daerah pemeliharaan.

Mari kita menjadikan Indonesia sehat dan eliminasi semua nyamuk Anopheles. Jadikan indonesia benar-benar #ZeroMalaria eliminasi malaria, sehingga saat Indonesia mencapai tahun 2030 tidak adalagi yang bernama Anopheles.

LEAVE A REPLY

SIlakan ketik komentarmu
Silakan Masukkan namamu disini