Indonesia siap eliminasi malaria – pe-we.com. Penyakit malaria merupakan penyakit yang mematikan yang kalau disandingkan dengan penyakit mematikan paling berbahaya di dunia, penyakit ini termasuk salah satu penyakit yang paling ditakuti. Sebagai bentuk peringatan Hari Malaria Seluruh Dunia, beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 24 April 2018 saya diundang bersama teman-teman blogger lainnya menghadiri temu blogger “Bebas Malaria, Prestasi Bangsa” yang diselenggarakan di Kementerian gedung Dr.Adhyatma, Kuningan – Jakarta.

Program eliminasi malaria hingga tahun 2030 di Indonesia tertuang dalam keputusan Menteri Kesehatan RI No 293/MENKES/SK/IV/2009. Pelaksanaan pengendalian malaria menuju eliminasi dilakukan secara bertahap dari satu pulau atau beberapa pulau sampai seluruh pulau di Indonesia terjamin bebas dari nyamuk malaria. Itulah mengapa Pemerintah Indonesia siap eliminasi malaria, itu semua demi mewujudkan masyarakat yang hidup sehat terbebas dari penyakit malaria.

Dalam kesempatan itu sekaligus menjadi nara sumber turut hadir Ibu Dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc, selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan RI. Beliau menuturkan, “Seberapapun besar dana yang dikeluarkan pemerintah, kalau pemberantasan malaria tidak didukung oleh masyarakat, tentunya, penyakit malaria tidak akan pernah tuntas.”

Bebas Malaria Prestasi Bangsa
Bebas Malaria Prestasi Bangsa, sumber: Kemenkes RI

Penyakit Malaria

Malaria adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Anopheles. Dalam sejarahnya, sampai hari ini Malaria adalah penyakit yang sudah membunuh ratusan juta orang. Dalam kajian medis, sederhananya dijelaskan Malaria adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dari manusia yang tertular atau hewan lain. Inti sel dari penyakit malaria ini tertanam dalam protozoa parasit, atau sekelompok mikroorganisme bersel tunggal dalam tipe plasmodium.

Setiap kali nyamuk ini hinggap di tubuh manusia, maka ia pun akan menyebarkan parasit Malaria dari air liur nyamuk ke dalam aliran darah manusia. Prosesnya berlangsung sangat cepat, tanpa ada gejala langsung yang bisa dirasakan oleh si korban. Sampai akhirnya, gejala Malaria akan muncul setelah sepuluh atau lima belas hari pasca digigit, gejala akibat penyakit Malaria ini biasanya menyebabkan demam panjang, kelelahan yang berlebihan, muntah terus menerus, sakit kepala. Bahkan dalam gejala yang parah, penyakit Malaria dapat menimbulkan gejala parah berupa kulit berubah menjadi kuning, kejang tanpa sebab, koma, bahkan sampai kematian. Sampai dengan hari ini, gejala Malaria yang sampai memicu kematian paling banyak terjadi di negara Afrika yang gersang dengan sanitasi dan kesehatan yang buruk.

Jenis-jenis Malaria

  • Malaria tropika, yang disebabkan oleh plasmodium falciparum dengan gejala demam yang timbul terus menerus setiap hari. Malaria jenis ini bisa menyebabkan kematian pada korban.
  • Malaria Tertiana, yang disebabkan oleh plasmodium vivax dengan gejala demam yang timbul berulang setiap 3 hari.
  • Malaria ovale, yang disebabkan oleh plasmodium ovale.
  • Malaria kuartana, yang disebabkan oleh plasmodium malariae dengan gejala demam yang timbul berulang setiap 4 hari.
  • Malaria knowlesi, yang disebabkan oleh plasmodium knowlesi.
Mencegah Penularan Malaria - Indonesia Siap Eliminasi Malaria
Mencegah Penularan Malaria – Indonesia Siap Eliminasi Malaria

Pencegahan dan Pengobatan Malaria

Cara terbaik untuk mencegah malaria menginfeksi tubuh Kita adalah dengan mencegah gigitan nyamuk dengan menggunakan kelambu untuk tidur, atau bisa juga dengan mengoleskan penolak serangga di tangan dan kaki sebelum tidur. Selain itu, hampir serupa dengan penyakit Demam Berdarah yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti, mencegah pertumbuhan nyamuk jenis Anopheles pun dapat dilakukan dengan cara menutup genangan air saat musim hujan. Ada juga vaksin atau obat doksisiklin yang bisa ditebus di apotek untuk mencegah malaria pada para wisatawan yang akan bepergian ke lokasi yang rawan muncul penyakit malaria. Pengobatan yang direkomendasikan untuk malaria adalah Kombinasi Obat Artemisinin – ACT (Artemisinin based combination therapy) yang jenisnya adalah Dihidroartemisinin-piperakuin ditambah dengan piperakuin.

Pemeriksaan dan pengobatan malaria - Indonesia Siap Eliminasi Malaria
Pemeriksaan dan pengobatan malaria – Indonesia Siap Eliminasi Malaria

Indonesia Siap Eleminasi Malaria

Secara garis besar, penyakit malaria ini adalah penyakit khas yang muncul di daerah tropis dan subtropis sepanjang garis khatulistiwa. Banyak wilayah Sub Sahara, Amerika Latin menjadi endemik dari penyakit Malaria ini. Pada wilayah Indonesia yang berstatus endemis tinggi berada di Papua, Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Berbagai upaya diklaim telah dilakukan sebagai usaha mempercepat eliminasi malaria. Usaha ini antara lain penyemprotan rumah, meningkatkan perlindungan kelompok rentan malaria (ibu hamil dan balita), imunisasi, deteksi dini dan pengobatan yang tepat, dan peningkatan kesadaran serta pengetahuan masyarakat untuk melakukan pencegahan.

Upaya riil yang tengah dilakukan pemerintah yaitu distribusi secara cuma-cuma membagikan kelambu. Secara umum upaya yang efektif adalah tidur menggunakan kelambu, penyemprotan dinding rumah dan menggunakan repellent. Sementara yang lain adalah dengan manajemen lingkungan, termasuk menebarkan larvasida(racun jentik) dan ikan pemakan jentik, seperti ikan mujair, nila merah, gupi, dan cupang.

Untuk menuju eliminasi malaria tahun 2030 diperlukan peran serta semua wilayah Kabupaten dan Kota dengan tingkat penularan malaria yang tinggi, agar dapat bersama-sama menyelesaikan permasalahan malaria di wilayahnya sesuai tahapan yang ada.

  • Pelatihan tenaga di Provinsi untuk melakukan pemetaan tahapan eliminasi di Kabupaten/Kota.
  • Melakukan pemetaan Kabupaten/kota untuk mengetahui status dalam tahapan eliminasi.
  • Komitmen daerah dalam pelaksanaan tahapan-tahapan pengendalian malaria di Kabupaten secara berkesinambungan.
  • Komitmen yang menyangkut kebijakan daerah yang mendukung, perencanaan, alokasi penganggaran, dukungan legislasi dan pengawasan, dukungan swasta dan partisipasi masyarakat.
dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik
dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik

Let’s Ready to Beat Malaria: Bebas Malaria, Prestasi Bangsa. #AkhiriMalaria

LEAVE A REPLY

SIlakan ketik komentarmu
Silakan Masukkan namamu disini