Banyak macam penyakit yang perlu di waspadai, seperti penyakit tidak menular juga merupakan ancaman bagi umat manusia. Penyakit Tidak Menular yang selanjutnya dapat disingkat PTM banyak macamnya, antara lain seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, hipertensi, depresi, dan lain sebagainya. Pengetahuan tentang penyakit tidak menular memang sangat perlu diketahui dan dipahami, hal ini dapat berguna untuk meminimalisir kita terkena penyakit tidak menular tersebut.

Edukasi Penyakit Tidak Menular di Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2019

Masih banyak diantara kita yang belum mengenal secara baik apa itu Penyakit Tidak Menular? Seperti pada keadaan dari faktor penyebab, faktor risiko terjadinya, hingga faktor apabila terjadi komplikasi. di Indonesia sendiri penyakit tidak menular ini menjadi penyumbang kematian terbanyak dari tahun ke tahun.

Dalam kesempatan memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2019 (HTTS 2019) Kementrian Kesehatan P2PTM mengadakan workshop untuk blogger kesehatan selama dua hari pada tanggal 18-19 Juni 2019 lalu di Jakarta. HTTS ini menganjurkan kepada masyrakat umum untuk berhenti menghisap rokok dan menjadikan lingkungan sekitar menjadi perokok pasif. Tentunya agar faktor penyebab dari penyakit tidak menular tidak bertambah menjadi banyak.

Workshop hari pertama yang diselenggarakan pada tanggal 18 Juni 2019, Kementrian Kesehatan P2PTM mengundang beberapa nara sumber untuk mengkampanyekan pencegahan terhadap penyakit tidak menular. beberapa nara sumber yang diundang adalah Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes; dr. Theresia Sandra Diah Ratih MHA, dari Direktorat Pencegahandan Pengendalian Penyakit Tidak Menular; dan Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2TM) Kemenkes RI, dr. Cut Putri Arianie, MH.Kes.

Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes
Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes

Keterangan data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan terdapat peningkatan prevalensi perokok dari tahun 1995 ke 2013, yaitu sebesar 27% menjadi 36,3%. Hal ini menandakan, saat ini di Indonesia dari setiap 10 orang di Indonesia, 3 di antaranya adalah perokok. Sedangkan tahun 2019 ini, WHO menargetkan pengurangan penggunaan produk tembakau dan pajanan asap rokok pasif di masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan, khususnya kesehatan paru.

Berkunjung ke RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita

Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita merupakan rumah sakit khusus yang menjadi Pusat Rujukan Nasional untuk penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular). Rumah sakit ini juga sebagai sarana edukasi dan seabagai wahana pendidikan, pelatihan, dan penelitian dalam bidang kesehatan kardiovaskular untuk mahasiswa-mahasiswa kedokteran yang mengambil jurusan khusus tentang itu.

Kami berkunjung ke RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita pada tanggal 19 Juni 2019. Sebanyak delapan blogger dari komunitas Blogger Crony berkesempatan berkunjung dan mewancarai pasien di sana. Sambutan hangat dari mereka terukir di raut wajah, dan ada pembukaan resmi dalam menyambut kami di RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita.

Direktur UMUM & SDM RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Dr. Basuni Radi SpJP(K) menyampaikan sambutan pertama dan dilanjutkan oleh Dr. Ade Meidan Ambari ApJP, FIHA, FAsCC sebagai lanjutan sambutannya dan sekaligus memberikan materi penyakit jantung dan pembuluh darah kardiovaskular yang juga masuk sebagai kategori penyakit tidak menular.

Dr. Theresia Sandra Diah Ratih MHA - Direktorat Pencegahandan Pengendalian Penyakit Tidak Menular
Dr. Theresia Sandra Diah Ratih MHA – Direktorat Pencegahandan Pengendalian Penyakit Tidak Menular

Dr. Ade juga mengantarkan kita berkeliling di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita mengunjungi pasien-pasien dan melihat secara langsung fasilitas-fasilitas yang tersedia untuk pasien. Fasilitas yang saya kunjungi itu ada sasana olahraga sebagai bentuk penyembuhan setelah operasi, dan fasilitas untuk terapi berhenti merokok.

Seorang pasien penyakit jantung karena penyempitan pembuluh darah yang berhasil saya wawancarai (maaf tidak bisa menyebutkan nama), mengatakan bahwasanya dia sebelumnya adalah perokok berat, setelah terkena serangan jantung berkali-kali akhirnya ia memutuskan untuk berobat ke RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dan di operasi bypass. Ia juga sebelumnya bercerita kalau ia juga merasakan sakit yang luar biasa tiap jam sebelum di operasi bypass.

Kesempatan ini sangat langka buat saya dan juga terenyuh dengan apa yang pasien-pasien lalui dengan semangat. Penyakit tidak menular memang sangat berbahaya terlebih penyakit jantung. Pola hidup sehat melalui GERMAS dan pola makan yang baik bisa menjadi pencegah penyakit tidak menular. Banyak sudah saya membuat artikel-artikel kesehatan. Semoga berguna bagi pembaca dan mari bersama-sama menerapkan pola hidup sehat agar kita juga selalu sehat.

LEAVE A REPLY

SIlakan ketik komentarmu
Silakan Masukkan namamu disini