Kegiatan Pemberatasan Sarang Nyamuk (PSN) telah dicanangkan sejak lama apalagi untuk pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue atau biasa disingkat DBD. Cegah DBD menjadi sangat penting sekali mengingat mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebuah petuah lama dari orang tua untuk menghindari suatu hal yang negatif.

Cegah DBD - Gerakan PSN. sumber IG Kemenkes RI
Cegah DBD – Gerakan PSN. sumber IG Kemenkes RI

Musim penghujan yang kita rasakan akhir-akhir ini menjadi hal yang patut diwaspadai untuk cepatnya perkembangan sarang-sarang nyamuk, terutama nyamuk penyebab penyakit demam berdarah. Telur dari nyamuk penyakit demam berdarah ini bisa tetap hidup dan bertahan pada bentuk telur sampai 5 tahun pada cuaca kering, dan akan menetas pada musim penghujan.

Informasi ini saya dapat ketika saya mengikuti kegiatan dengan tema “Meet Up Healthies! DBD Bikin Baper” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI pada tanggal 7 Februari 2019 di Kantorkuu Coworking & Office Space, Agro Plaza Kuningan, Jakarta Selatan. Tempatnya berseberangan dengan kantor Kementerian Kesehatan RI.

Banner Meet UP Healthies DBD Bikin Baper - Cegah DBD. Sumber IG Kemenkes RI
Banner Meet UP Healthies DBD Bikin Baper – Cegah DBD. Sumber IG Kemenkes RI

Yang menjadi nara sumber pada acara tersebut adalah Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, dan ER doctor, Entrepreneur, Traveller, Hospital Public Relation dr. Gia Pratama. Ibu Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) pun ikut hadir dan chit-chat santai seputar hidup sehat dan DBD dengan para blogger.

Gerakan 3M Plus

Kesempatan pertama dipaparkan oleh dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid yang menjelaskan lebih rinci arti dari 3M Plus. M pertama adalah “Menguras”. Yang berarti kita harus Membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air, lemari es dan lain-lain.

Meet Up Healthies Cegah DBD Bikin Baper Bersama Ibu Menteri Kesehatan Nila F Moeloek
Meet Up Healthies Cegah DBD Bikin Baper Bersama Ibu Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek

Lalu M yang kedua adalah “Menutup”, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain-lain. Sedangkan M yang ketiga adalah Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti sebagai nyamuk penular demam berdarah dengue (DBD).

Nah selanjutnya adalah menenrangkan arti dari Plus-nya. Adapun yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan lainnya seperti:
1. Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.
2. Menggunakan kelambu saat tidur.
3. Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk.
4. Menanam tanaman pengusir nyamuk.
5. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.
6. Menggunakan anti nyamuk semprot maupun oles bila diperlukan.

You Are What You Eat

Setelah dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menjelaskan sedemikian rinci tentang pencegahan dari penyakit DBD ini, kemudian dilanjutkan oleh Ibu Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) yang tiba-tiba hadir dan ikut chit-chat santai seputar hidup sehat dan DBD. Beliau hanya mampir sebentar, dan meneruskan aktivitasnya sebagai Menteri Kesehatan. Sempat kami juga berfoto-foto dan ber-selfie ria.

Setelah Ibu Menteri Kesehatan undur diri, sekarang giliran dokter seleb tweet yang menjadi pembicara dan menyampaikan informasi kesehatan yang sangat penting. Dokter tersebut adalah dr. Gia Pratama yang juga berprofesi sebagai influencer.

Beliau menuturkan bahwa apa yang kita makan itu bisa menjadi tolak ukur kesehatan kita. Apa yang kita makan itu yang akan menjadi pengganti sel-sel tubuh dalam diri kita. Kalau makanan yang kita sehat tentu sel-sel pengganti tubuh juga sehat, sebaliknya kalau makanan yang kita konsumsi kurang sehat seperti makanan fast food, ya risiko ditanggung sendiri, sebut dr. Gia Pratama.

Ternyata tidak hanya saya saja yang menyimpulkan dari perkataan dr. Gia Pratama, hubungannya dalam penyakit demam berdarah dengue sangat berperan sekali tentang apa yang kita makan. Sistem kekebalan tubuh berawal dari konsumsi harian makanan yang kita makan, tentu dong ya. Sistem imun tubuh menjadi kuat atau lemah juga ditopang oleh aktivitas keseharian kita, seperti olahraga, pola tidur yang baik, dan lain-lain.

Hmm, jadi tambah banyak pengetahuan yang kudapat hari itu. Saya pribadi masih berusaha untuk menuju ke kehidupan yang sehat. Kalian tentu juga dong, karena imun tubuh yang baik bisa mencegah penyakit-penyakit yang datang, jadi kita terjaga dan kesehatan adalah sebuah rejeki anugrah yang sangat mahal.

Meet Up Healthies Cegah DBD Bikin Baper - Bersama Teman-teman Blogger. Sumber: IG Kemenkes RI
Meet Up Healthies Cegah DBD Bikin Baper – Bersama Teman-teman Blogger. Sumber: IG Kemenkes RI

Dalam acara “Meet Up Healthies! DBD Bikin Baper” penuturan demi penutuan informasi yang disampaikan oleh dr. Gia Pratama sangat mendasar sekali sehingga sekelas anak-anak juga dapat memahaminya. Perumpamaan virus, bakteri, jamur, penjaga sel, serta sistem imun digambarkan sebagai seorang tokoh yang bisa kita cerna dengan mudah maksud dari masing-masing sel yang berperan dalam tubuh kita.

LEAVE A REPLY

SIlakan ketik komentarmu
Silakan Masukkan namamu disini