Barantan geber ekspor produk petani Indonesia melalui banyak cara. Hal ini karena Indonesia adalah negara agraris dengan lahan pertanian dan perkebunan yang begitu luas. Dari data Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air tahun 2015 diketahui bahwa total luas daratan Indonesia kurang lebih 192 juta hektar, yang terbagi atas 123 juta hektar (64,6 persen) adalah kawasan budidaya dan 67 juta hektar sisanya merupakan kawasan lindung.

Dengan kawasan budidaya yang begitu luas, seharusnya hasil bumi Indonesia bisa merajai dunia. Faktanya, masih sedikit masyarakat kita yang mengetahui bahwa dari produk pertanian sebenarnya bisa meningkatkan taraf hidup. Mengapa saya bilang kesadaran masyarakat masih kurang? Coba saja lihat perpindahan penduduk dari desa ke kota yang semakin tahun semakin meningkat. Banyak orang tua mendorong anaknya untuk bekerja di bidang lain-lain alih-alih menjadi petani, bekerja di kebun, atau jadi peternak. Malah ada tren lulusan pertanian, lebih bekerja di bank daripada kembali ke desa dan memajukan desanya dengan ilmu yang sudah dimilikinya. Lalu, bagaimana cara Barantan Geber ekspor produk petani Indonesia?

Dengan kawasan budidaya yang luas tak heran kalau masyarakat Indonesia masih banyak yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan, dan pengelolaan lahan jenis lainnya, terutama budidaya tanaman pangan. Selain itu, budidaya ternak pun masih banyak dilakukan baik di daerah pelosok, pedesaan, maupun di perkotaan. Sumber alam yang kaya dan berlimpah, didukung masyarakat yang masih mau mengelola lahan budidaya dan beternak, seharusnya dapat menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil sumber pangan. Fakta kekayaan alam Indonesia yang berlimpah inilah yang membuat Barantan dukung program Indonesia menjadi lumbung pangan dunia. Pertanyaannya, mampukah Indonesia benar-benar menjadi lumbung pangan dunia?

Produk Indonesia di Negara Lain

Untuk yang pernah atau sering melakukan perjalanan ke luar negeri pastilah pernah menemukan produk Indonesia, entah dalam bentuk kerajinan tangan, fashion, garmen, berbagai bahan pangan mentah dan olahannya, juga sayur, buah, makanan kuliner, dan sebagainya. Ekspor menjadi penentu perekonomian setiap negara, tak luput pula Indonesia. Dengan melakukan ekspor maka pendapatan devisa negara akan bertambah.

Berikut adalah enam komoditi tumbuhan yang di ekspor oleh Indonesia:

  • Tekstil

Industri ini sangat menjanjikan bagi Indonesia, dan efek industri inipun dapat mendayagunakan sumber daya manusia yang besar. Jadi selain menjadi salah satu sumber devisa negara juga menjadi kebutuhan sandang nasional dalam negeri.

Tekstil Indonesia. sumber: Image Google
Tekstil Indonesia. sumber: Image Google
  • Karet

Hasil karet di Indonesia menempati terbesar kedua setelah Thailand. Pasar global ternyata memiliki ketergantungan dalam produk karet, sehingga wajar Indonesia dapat mengekspor hasil dari tanaman ini ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, China, Jepang, Singapura, dan Brazil. Kebanyakan produksi karet Indonesia berasalah dari daerah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan.

Karet Indonesia. Sumber Image Google
Karet Indonesia. Sumber Image Google
  • Kopi

Sudah sangat terkenal sekali di luar negeri sana bahwa Indonesia menjadi negara terbesar dalam mengekpor produk kopi ini, Indonesia menjadi yang terbesar dikarenakan kualitasnya yang terbaik. Varietas Arabika dan Robusta adalah yang terutama, adapula kopi luwak yang menjadi salah satu termahal di dunia. Negara-negara yang menjadi tujuan ekspor dari Indonesia ini antara lain Malaysia, Singapura, Dubai, Qatar, Belanda, Jerman, dan lain-lain.

Kopi Indonesia. Sumber Image Google
Kopi Indonesia. Sumber Image Google
  • Sawit

Produk sawit di produksi dan didominasi oleh Indonesia dan negara tetangga kita malaysia. produksi secara total yang dihasilkan adalah 85%-90% yang berhasil di ekspor ke luar negeri. Permintaan dunia yang sangat besar menunjukkan tren dan cenderung meningkat setiap tahunnya. Industri hasil dari tumbuhan sawit ini juga merupakan industri utama bagi perekenomian Indonesia. Secara keseluruhan Sumatra dan Kalimantan menjadi pusat perkebunan tanaman sawit.

Sawit Indonesia. Sumber Image Google
Sawit Indonesia. Sumber Image Google
  • Hasil hutan

Hasil hutan Indonesia menjadi produksi unggulan lainnya dalam mengekspor hasil dari bumi Indonesia ke luar negeri. Hasil kehutanan yang beraneka ragam menjadi produk furnitur dan kerajinan sangat besar di minati oleh masyarakat luar. Sebut saja seperti China, Jepang, Arab Saudi, Libya, Qatar, Jerman, Belanda, dan Amerika Serikat sangat meminati hasil hutan Indonesia.

Hasil Hutan Indonesia. Sumber Image Google
Hasil Hutan Indonesia. Sumber Image Google
  • Kakao

Biji kakao juga merupakan salah satu produk ekspor tumbuhan pertanian yang paling penting loh. Kakao yang di ekspor hanya berupa bijinya saja. Hasil pendapatan devisa negara dari produksi biji kakao ini menempati urutan keempat setelah sawit, karet, dan kelapa. Negara-negara yang mengincar produk biji kakao ini adalah Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat.

Biji Kakao Indonesia. Sumber Image Google
Biji Kakao Indonesia. Sumber Image Google

Karantina Ekspor Tumbuhan dan Produk Tumbuhan

Sebuah produk yang di ekspor atau di impor dari dan ke Indonesia melewati sebuah uji proses karantina terlebih dahulu, dalam hal ini saya mengangkat tentang produk tumbuhan. Mengapa sangat dibutuhkan karantina sih? pengertian dari karantina tumbuhan adalah adanya badan pemerintahan yang menangani tentang perlindungan tanaman, badan ini dinamakan Badan Karantina Pertanian. Kalau secara umum, dapat pula disebutkan sebagai tempat pengasingan dan tindakan sebagai upaya pencegahan masuk dan tersebarnya Hama dan Penyakit atau Organisme Pengganggu dari luar negeri dan dari suatu Area ke Area lain di dalam negeri, atau keluarnya dari dalam wilayah Negara Republik Indonesia.

Tujuan Karantina

  1. Mencegah tersebarnya hama dan penyakit hewan dan organisme pengganggu tumbuhan karantina dari satu area ke area lain di dalam wilayah negara Republik Indonesia.
  2. Mencegah masuknya hama dan penyakit hewan dan organisme pengganggu tumbuhan karantina dari luar negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia.
  3. Mencegah keluarnya hama dan penyakit hewan karantina dari wilayah negara Republik Indonesia.
  4. Mencegah keluarnya organisme pengganggu tumbuhan tertentu dari wilayah Negara Republik Indonesia apabila Negara tujuan menghendaki.

Persyaratan Ekspor Tumbuhan dan Produk Tumbuhan Indonesia

Adapun persyaratan dari karantina tumbuhan yang akan di ekspor ke luar Indonesia dan impor masuk ke Indonesia ditujukan untuk memastikan bawah media pembawa tersebut bebas dari organisme pengganggu tumbuhan, dalam kategori ini kebijakannya dapat berbeda-beda sesuai dengan pelakuan ke negara tujuan.

Seperti dikutip dari http://karantina.pertanian.go.id persyaratan karantina tumbuhan antara lain menyertakan Phytosanitary Certificate dari negara asal dan/atau negara transit, memasukkan melalui tempat pemasukan yang telah ditetapkan (Bandar Udara, Pelabuhan Laut, Pelabuhan Sungai, Pelabuhan Penyeberangan, Kantor Pos dan Pos Perbatasan), dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina di tempat pemasukkan untuk keperluan tindakan karantina.

Adapula kewajiban tambahan, yang antara lain adalah Surat Izin Pengeluaran dari Menteri Pertanian, untuk benih tumbuhan; Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATS-DN), untuk media pembawa yang tergolong tumbuhan dan masuk dalam daftar Apendix Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Kementerian Kehutanan; Sertifikat perlakuan atau Sertifikat Fumigasi (jika dipersyaratkan oleh negara tujuan);.Packing declaration (untuk kemasan kayu); Cargo manifest/Invoice/Bill of Loading (B/L)/Air way bill (AWB).

 

2 Komentar-komentar

LEAVE A REPLY

SIlakan ketik komentarmu
Silakan Masukkan namamu disini