Bahaya Penyalahgunaan Obat dan Peredaran Obat Ilegal

Ada 4 komentar pada post ini
Ditulis oleh Mas Pewe

Penulis pe-we.com sekaligus pemiliknya ini menyenangi segala hal tentang SEO.

Cibubur, 3 Oktober 2017 – pe-we.com – Aksi Nasional yang dihadiri Presiden Indonesia, Joko Widodo diselenggarakan di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata, Cibubur. Acara Aksi Nasional ini terselenggara atas prakarsa Badan Pengawas Obat dan Minuman (BPOM) bekerja sama dengan banyak pihak. Topik utama yang dibahas adalah masalah penyalahgunaan obat dan peredaran obat ilegal.

Dua tahun terakhir di Indonesia sedang marak berita penyalahgunaan obat dan peredaran obat ilegal, seperti yang baru-baru ini terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara, beredar obat ilegal dengan nama Paracetamol Caffeine Carisoprodol atau dikenal pula dengan nama PCC. PCC ini telah menelan banyak korban jiwa, mulai dari remaja maupun orang dewasa. Presiden Jokowi menyinggung hal ini dalam pidatonya. Menurutnya, banyak masyarakat yang tidak paham dan tidak mengenal apa itu obat ilegal. Berbahayanya lagi, penyebaran obat ilegal ini sudah seperti peredaran narkoba, awalnya diberikan gratis secara terus menerus, yang pada akhirnya menyebabkan ketergantungan. Untuk itu, Presiden meminta kepada seluruh lembaga maupun nonlembaga terkait dan lintas sektor bahu-membahu menyelesaikan masalah ini.

Pentingnya Peran Serta Pemerintah Dalam Melindungi Masyarakat

Dalam acara di Buperta ini, sejumlah pejabat pemerintahan dan tokoh-tokoh penting hadir, mulai dari artis Lula Kamal yang menjadi pembawa acara (MC), Presiden Joko Widodo, Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K), Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP, Menteri Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, perwakilan Komisi IX DPR RI, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kejaksaan Agung, Kementerian Keuangan, Kepala Badan Narkotika Nasional, Kepala Bareskrim, Komjen Pol. Ari Dono, dan banyak lagi, termasuk media dan Blogger.

Ibu Penny mengatakan bahwa penyalahgunaan obat terjadi akibat kurangnya pemahaman masyarakat mengenai obat dan bahaya penyalahgunaan obat. Apalagi sejak pengawasan terhadap narkotika dan psikotropika diperketat, penyalahgunaan dan peredaran obat ilegal semakin marak. Untuk itulah BPOM menyelenggarakan acara Aksi Nasional ini untuk mengajak semua pihak terkait dan masyarakat untuk bekerja sama dalam menolak penyalahgunaan obat serta peredaran obat ilegal.

Kenali Obat

Dalam buku yang dibagikan kepada undangan yang hadir dalam acara Aksi Nasional, saya membaca dan menemukan beberapa bagian dari buku tersebut yang sangat penting untuk dibagikan kepada masyarakat luas. Pengetahuan mengenai obat sangat penting untuk diketahui masyarakat sehingga masyarakat diharapkan berhati-hati dalam mengkonsumsi obat.

Foto. liputan6

Obat adalah zat yang digunakan untuk: (1) Mencegah penyakit; (2) Menyembuhkan penyakit; dan (3) Meningkatkan kesehatan. Sayangnya, beberapa jenis obat yang sebenarnya dilarang untuk diedarkan secara bebas karena efek sampingnya, malah bisa didapatkan dengan mudah di pasaran dan digunakan secara sembarangan.

Beberapa jenis obat yang banyak disalahgunakan, terutama oleh remaja, adalah obat-obatan yang mengandung:

  • Tramadol.
  • Triheksifenidil.
  • Klorpromazin.
  • Amitriptilin.
  • Haloperidol.

Obat-obatan tersebut bekerja di sistem susunan saraf pusat, selain narkotika dan psikotropika, dan termasuk obat keras. Jika obat-obatan tersebut digunakan dalam dosis di atas dosis yang seharusnya akan dapat menyebabkan ketergantungan dan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.

“Obat mengandung Dextromethorphan, dalam dosis terapi yang ditetapkan tidak menghambat aktivitas silia bronkus dan efek antitusifnya bertahan 5-6 jam. Toksositas zat ini sangat rendah, tetapi dosis yang sangat tinggi dapat menimbulkan depresi sistem saraf pusat.”

Akibat dari Penyalahgunaan Obat

Kerusakan Organ Tubuh
Penggunaan obat tidak sesuai indikasi dan dosis akan menyebabkan kerusakan organ tubuh, seperti jantung, hati, ginjal, pankreas, saluran pernafasan, otak, saraf, dan lainnya.

Ketergantungan Fisik dan Psikis
Penyalahgunaan obat narkotika dan psikotropika dapat menimbulkan ketergantungan secara fisik dan psikis, serta dapat berujung pada kriminalitas dan kematian.

Kehilangan Kesadaran dan Kematian
Menggunakan obat secara over dosisi dan tidak sesuai indikasi bisa menyebabkan kehilangan kesadaran, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Tindak Tegas Pengedar dan Orang-orang yang Menyalahgunakan dan Mengedarkan obat ilegal

Presiden Jokowi sempat pula meminta Kabareskrim, Komjen Pol. Ari Dono, naik ke panggung untuk berdiskusi mengenai, apa yang telah dilakukan kepolisian dalam mengatasi masalah penyalahgunaan obat dan peredaran obat ilegal. Kabareskrim pun menjawab bahwa kepolisian telah melakukan berbagai kegiatan preventif, yaitu mengadakan penyuluhan di berbagai sekolah mengenai bahaya narkoba dan penyalahgunaan obat. Selain itu, beberapa tahun terakhir pihak kepolisian juga telah melakukan penyelidikan, pengejaran, dan penindakan terhadap pengedar narkotika dan obat-obatan ilegal.

Jokowi bersama Komjen Pol Ari Dono. dok.pri

Lalu, Pak Jokowi juga memanggil salah satu personil SLANK, yang kebetulan juga menghadiri acara di Buperta ini. Pertanyaan yang sama kembali diajukan Pak Jokowi, apa yang harus dilakukan kepada para pengedar obat terlarang dan ilegal, serta orang-orang yang menyalahgunakan obat secara sembarangan. Bimbim yang mewakili grup band SLANK, dan hadir ke acara ini sebagai perwakilan dari masyarakat. Bimbim menyarankan agar ditindak tegas, kalau perlu di-dor saja.

foto. tempo dot co

4 pemikiran pada “Bahaya Penyalahgunaan Obat dan Peredaran Obat Ilegal”

  1. Peredaran obat2an ilegal emang memprihatinkan ya. Alhamdulillah ada acara2 seperti ini yg membuat melek ttg peredaran obat ilegal.
    Eh, tapi btw dalam masyarakat sendiri jg msh banyak yg nyari, mungkin krn mudah didapat dan lebih murah kali ya.
    Mungkin acara kyk gini diperluas lagi segmennya gtu ke masyarakat2 jg TFS

    Balas
  2. serunya ada Slank yak kak…… bagus si emang kalo pake Slank buat kampanyein narkoba. Kan soalnya fans-fans Slank garis keras semua yang ya gitu.. rentan banget pake harkoba dan minum2..

    Balas
    • yup Slank emang bagus buat kampanye narkoba, mereka kan eks pecandu dan sudah insaf.. dampak buruknya tentu mereka paham bener. Dengan fans-fans yang garis keras pasti ngikut juga kearah positif.

      Balas

Tinggalkan komentar