Biasanya, sebuah film romantis akan menampilkan sebuah adegan kontak fisik antar dua pemain atau lebih untuk menunjukkan jalan cerita bahwa mereka sedang jatuh cinta. Film besutan MNC Pictures dengan judul “Meet Me After Sunset” yang berdurasi kurang lebih 100 menit ini tidak ada adegan berpegangan tangan, berpelukan atau bahkan berciuman dengan lawan jenis.

Awalnya, saya yang berkesempatan diundang untuk menonton Press Screening atau Gala Premier film ini sangsi akan hal itu. Masa sih tanpa adegan 17 tahun keatas? dan hal tersebut mulai terjawab ketika film akan mulai diputar, dihadapan saya terpampang jelas yang menyatakan lembaga sensor film telah meluluskan uji sensor untuk 13 tahun keatas. Sepertinya benar yang diberitakan sebelumnya di beberapa web berita online dan instagram dari MNC Movie.

Press Screening yang diadakan di CGV Grand Indonesia ini dihadiri oleh Sutradara Danial Rifki dan para pemain film Meet Me After Sunset. Sutradara Danial Rifki mengemukakan, “Ini film cinta remaja yang berbeda, tidak ada pegangan tangan, ciuman, pelukan, tapi dihadirkan dengan rasa yang sama. Itu memang hal yang sengaja ingin kita hadirkan untuk mengedukasi kalau cinta remaja nggak perlu yang seharfiah itu. Kalau mau sayang nggak perlu pelukan.”

Penonton yang antusias menyaksikan Gala Premier Meet Me After Sunset, sumber: IG MNC MOVIE
Wawancara dengan para pemain, dokpri

Sinopsis

Vino (Maxime Bouttier) tidak merasa suka dan nyaman ketika ia harus pindah dengan orangtuanya ke Ciwidey, Bandung. Hal tersebut pudar ketika ia melihat perempuan cantik bernama Gadis (Agatha Chelsea) yang berjalan ditengah malam sendirian dan tiba-tiba menghilang. Gadis bersahabat dengan seorang penjaga hutan bernama Bagas (Billy Davidson) yang sudah dikenalnya sejak kecil. Vino ingin berteman dengan Gadis yang agak unik, tetapi Gadis hanya keluar pada malam hari dan Bagas merupakan satu-satunya yang mengerti Gadis.

Diceritakan difilm ini Gadis itu bagaikan bulan pada malam hari yang selalu ditemani Bagas yang bagaikan bintang di malam hari. Sedangkan Vino diumpamakan bagaikan matahari yang tidak bisa bertemu bulan pada waktu yang bersamaan. Vino bersikeras bahwa matahari juga bisa berteman dengan bulan dengan sisi pandang yang berbeda.

Kesan Pribadi

Menurut saya pribadi, kesan yang terdalam yang saya dapat itu adalah “Ada Banyak Cara Menyatakan Rasa”. Selain itu banyak cerita dari film ini, seperti romantisme yang positif dengan nuansa pedesaan, logat sunda yang kental yang dibawakan oleh salah satu pemain (Dadang –Yudha Keling) sehingga mencuri perhatian penonton dengan candaan-candaan yang lucu, visual efek menceritakan malam dengan paparan pemandangan langit yang bagus, dan masih banyak lainnya yang berkesan di hati saya. Bagaimana nih dengan kalian?

Tayang Serentak

Kalau penasaran dengan film ini, tunggu aja tanggal 22 Februari 2018 nanti di bioskop-bioskop kesayangan kalian, dijamin deh menghibur hati kalian karena jalan cerita yang tidak membosankan. 🙂

Danial Rifki

Miftha S. Yahya

Haqi Achmad

Agatha Chelsea (sebagai Gadis)

Billy Davidson (sebagai Bagas)

Maxime Bouttier (sebagai Vino)

Yudha Keling (sebagai Dadang)

MNC Pictures

22 Februari 2018

Indonesia

Rating Film
70/100

Selamat menonton.. (pe-we.com)

7 Komentar-komentar

    • gak nyesel nonton loh kak, ceritanya gak ketebak sampe akhir.. gak kaya Film Indonesia lainnya..

LEAVE A REPLY

SIlakan ketik komentarmu
Silakan Masukkan namamu disini